ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PESTISIDA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (STUDI KASUS : PT. PETROSIDA GRESIK)

Achmad Arifin, Miftakhul and Andesta, Deny and Widyaningrum, Dzakiyah (2018) ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PESTISIDA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (STUDI KASUS : PT. PETROSIDA GRESIK). MATRIK. (Submitted)

[img] Text
14611060 Miftahul Arifin ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PESTISIDA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA.pdf

Download (453kB)

Abstract

PT. Petrosida Gresik adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang pertanian yang memproduksi berbagai jenis pupuk pestisida khususnya jenis insektisida. Dalam aliran proses produksi dibagian packing memungkinkan terjadinya defect pada setiap produk. Pendekatan yang sesuai untuk mengidentifikasi cacat yang terjadi di suatu sistem perusahaan adalah Six Sigma. Six Sigma merupakan pendekatan sistematis yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi peningkatan kecacatan secara berkelanjutan. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisa dan identifikasi yang bertujuan untuk mengurangi defect yang terjadi pada sistem produksi di bagian packing. Dalam perbaikan kualitas produk tersebut diselesaikan melalui tahap Define, Measure, Analyze, dan improve. Untuk mengidentifikasi defect yang berpengaruh terhadap kualitas produk dengan perhitungan DPMO, COPQ, dan pengukuran kapabilitas proses. Tools yang digunakan untuk menganalisis penyebab defect adalah Pareto Diagram, Fishbone Diagram, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Diperoleh nilai sigma level dan DPMO dalam penelitian ini adalah 3,58 dan 18643,12. Berdasarkan prioritas nilai RPN tertinggi yang didasari pada penyebaran kuesioner. Hasil dari improvement diketahui sebagai alternatif usulan perbaikan untuk defect isi volume tidak sesuai adalah dengan melakukan penjadwalan perawatan mesin secara sederhana, untuk jenis defect tutup botol rusak adalah melakukan pengawasan kepada pekerja lebih ketat dengan membuat sistem penilaian lembar kerja (work checklist) oleh kepala unit produksi dan melakukan pemilihan supplier terbaik dalam menentukan standar kualitas bahan baku, . Sedangkan untuk jenis defect kemasan bocor berfokus pada pemilihan supplier sebaiknya menyiapkan cadangan alternatif supplier yang lain guna menentukan standar kualitas bahan baku yang tepat.

Item Type: Article
Subjects: Engineering > Industrial Engineering
Divisions: Research Report
Depositing User: industri - industri
Date Deposited: 28 Jun 2019 07:25
Last Modified: 10 Jul 2019 04:03
URI: http://eprints.umg.ac.id/id/eprint/1433

Actions (login required)

View Item View Item