Riansyah, Abdullah Faqih (2026) Analisis Potensi Bahaya Kerja Dengan Metode JSA Dan HIRARC Di Workshop Fabrikasi. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapa, 5 (1). pp. 154-162. ISSN 2829-0232
|
Text
Halaman Persetujuan Publikasi.pdf Download (307kB) |
|
|
Text (Artikel Publikasi)
416 Download (4kB) |
Abstract
Kecelakaan kerja masih menjadi tantangan utama dalam industri manufaktur, terutama di workshop fabrikasi PT. XYZ. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai potensi bahaya, menilai tingkat risiko terkait, dan menetapkan tindakan pengendalian yang paling efektif. Yang digunakan meliputi Job Safety Analysis (JSA) untuk menelaah setiap tahapan pekerjaan, serta Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) sebagai metode untuk menilai dan mengendalikan risiko yang teridentifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan seperti welding, cutting, drilling, grinding, dan assembling memiliki beragam potensi bahaya dengan tingkat risiko yang bervariasi, mulai dari kategori rendah hingga ekstrem. Secara lebih rinci, proses welding mengandung dua risiko pada level ekstrem, satu risiko tinggi, serta satu risiko sedang. Aktivitas cutting menunjukkan tiga risiko tinggi dan satu risiko ekstrem. Pada kegiatan drilling, ditemukan satu risiko sedang, satu ekstrem, satu tinggi, dan satu rendah. Proses grinding memiliki dua risiko ekstrem, satu risiko tinggi, serta satu risiko sedang, sedangkan aktivitas assembling mencatat dua risiko ekstrem, satu sedang, dan satu rendah. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan penerapan beberapa langkah pengendalian, seperti peningkatan disiplin penggunaan APD, penataan ulang area kerja agar lebih aman, pemeliharaan rutin terhadap peralatan, penerapan prosedur kerja dengan pengawasan yang lebih ketat, serta penyelenggaraan pelatihan keselamatan kerja bagi seluruh pekerja. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa penerapan JSA dan HIRARC mampu memberikan pendekatan sistematis dalam pemetaan bahaya serta strategi pencegahan, sehingga dapat menekan angka kecelakaan kerja sekaligus memperkuat budaya K3 di industri fabrikasi.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keselamatan Dan Kesehatan Kerja, JSA, Risiko Kerja, HIRARC. ABSTRACT Workplace accidents remain a significant concern in the manufacturing sector, particularly within the fabrication workshop of PT XYZ. This study aims to identify potential hazards, assess their risk levels, and propose effective control measures. Job Safety Analysis (JSA) was employed to examine each stage of work activities, while the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) framework was used to evaluate and prioritize risks. The results indicate that key fabrication activities—welding, cutting, drilling, grinding, and assembling—pose various hazards with risk levels ranging from low to extreme. Several activities were categorized as high and extreme risk, requiring immediate mitigation. Recommended controls include stricter compliance with personal protective equipment (PPE), improved workplace organization, regular equipment maintenance, strengthened supervision, and enhanced safety training. Overall, the integration of JSA and HIRARC provides a comprehensive, systematic approach to hazard identification and prevention, supporting the reduction of workplace accidents and reinforcing a safety culture in fabrication environments. Keywords: Occupational health and safety, JSA, workplace risk, HIRARC Pendahuluan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memegang peranan penting dalam industri modern sebagai upaya perlindungan tenaga kerja dari potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja, sekaligus menjamin keberlangsungan proses produksi yang aman dan efisien. Kecelakaan kerja dapat dipahami sebagai kejadian yang tidak direncanakan dan berpotensi menimbulkan cedera, kerugian material, gangguan operasional, serta dampak negatif bagi perusahaan maupun lingkungan kerja [1], [2]. Oleh sebab itu, penerapan K3 secara optimal tidak hanya berorientasi pada perlindungan pekerja, tetapi juga menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing serta keberlanjutan industri [3]. |
| Subjects: | Engineering > Industrial Engineering Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Industrial Engineering Study Program |
| Depositing User: | Abdullah Faqih Riansyah |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 04:05 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 04:05 |
| URI: | http://eprints.umg.ac.id/id/eprint/15873 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
