JURNAL JENDELA KESEHATAN "Sintesis dan Uji Aktifitas Analgesik Senyawa Turunan Parasetamol Pada Mencit "

NASYANKA, ANINDI LUPITA (2018) JURNAL JENDELA KESEHATAN "Sintesis dan Uji Aktifitas Analgesik Senyawa Turunan Parasetamol Pada Mencit ". JURNAL JENDELA KESEHATAN "Sintesis dan Uji Aktifitas Analgesik Senyawa Turunan Parasetamol Pada Mencit ", 4 (1). pp. 1-83. ISSN 2527-662X

[img] Text
artikl uji aktifitas mencit_anindi.pdf

Download (641kB)

Abstract

Analgetika atau obat penghilang nyeri adalah zat-zat yang mengurangi rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran (Tjay dan Rahardja, 2008). Secara farmakologi, analgetika dibagi menjadi 2 golongan yakni analgetika opioid dan non opioid. Untuk mengatasi nyeri akut lebih disukai analgetika non opioid dibandingkan opioid karena tidak menimbulkan efek adiktif dan analgetika ini mempunyai efek samping yang lebih sedikit dibanding analgetika opioid. Parasetamol sendiri termasuk turunan para-aminofenol dengan efek analgetika-antipiretik. Parasetamol bekerja pada reseptor COX-1 dan COX-2 yang ada pada jaringan perifer dan merupakan penghambat COX-1 yang lemah dan kerjanya dipengaruhi oleh enzim peroksidase (Furst dan Ulrich, 2010). Aktivitas biologis suatu senyawa dipengaruhi oleh sifat-sifat fisikokimia, yaitu lipofilitas, elektronik, dan sterik. Ketiga sifat fisikokimia diatas merupakan bagian dari parameter pendekatan hubungan struktur aktivitas yang dikemukakan Hansch pada tahun 1963. Sifat lipofilik akan berpengaruh pada proses distribusi atau pengangkutan obat dalam menembus membran biologis. Selama ini untuk mendapatkan senyawa yang lebih aktif, teknik yang dilakukan adalah secara coba-coba (trial and error). Cara ini menghabiskan waktu dan biaya sehingga dituntut metode yang efisien dalam pengembangan obat. Untuk mengatasi tantangan ini, ada beberapa pendekatan multidisiplin yang diperlukan pada proses pengembangan obat. Pendekatan kolektif tersebut akan membentuk dasar dari rancangan obat rasional (Mandal et al., 2009). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan :Senyawa 4-asetamidofenil asetat dapat disintesis dari parasetamol dan asetil klorida melalui reaksi asilasi Schotten-Baϋmman dengan presentase hasil sebesar 47%. Senyawa 4-asetamidofenil asetat pada dosis 100 mg/kg BB mempunyai aktivitas analgesik pada mencit (Mus musculus) yang aktivitasnya sama dengan parasetamol.

Item Type: Article
Subjects: Health
Health > Pharmacy
Divisions: Faculty of Health > Pharmacy Program Study
Depositing User: Pemta Tia Deka
Date Deposited: 03 Nov 2020 02:23
Last Modified: 03 Nov 2020 02:23
URI: http://eprints.umg.ac.id/id/eprint/4112

Actions (login required)

View Item View Item