Aldawiyah, Kolipatul Koiriyah (2025) Hubungan Usia, Masa Keja Dan Potensi Bahaya Ergonomi Terhadap Keluhan Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja (Gotrak) Pada Pekerja PT. X. JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT, 10 (1). pp. 10-23. ISSN 2527-8185
![]() |
Text
Halaman Persetujuan Publikasi Jurnal.pdf Download (543kB) |
![]() |
Text (Artikel Publikasi)
2.+JUNI+2025+Kolipatul+Koiriyah+Aldawiyah.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar belakang: Gangguan Otot dan Rangka Akibat Kerja (GOTRAK) sering terjadi pada pekerjaan manual yang melibatkan aktivitas fisik berat dan gerakan berulang. Hasil pengukuran ergonomi di PT. X tahun 2023 menunjukkan 7 pekerja memiliki risiko ergonomi tinggi, 8 pekerja risiko sedang, dan 3 pekerja risiko rendah. Survei keluhan menunjukkan bagian tubuh yang paling sering terasa nyeri adalah punggung bawah, leher, dan bahu akibat aktivitas manual mengangkat dan memindahkan beban 10–50 kg secara berulang selama 8 jam kerja. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi bahaya ergonomi yang signifikan dan perlu diteliti lebih lanjut hubungannya dengan usia, masa kerja, dan keluhan GOTRAK. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, masa kerja, dan potensi bahaya ergonomi terhadap keluhan GOTRAK pada pekerja PT. X, sebuah perusahaan manufaktur. Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) terhadap seluruh pekerja TKBM dan outsourcing di departemen pengolahan tepung gandum, dengan total responden sebanyak 40 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner menggunakan checklist SNI 9011:2021. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami keluhan pada tangan (37,5%) dan punggung bawah (47,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, masa kerja, dan potensi bahaya ergonomi terhadap keluhan GOTRAK (p<0,05). Korelasi terkuat ditemukan pada lutut, tangan, dan punggung bawah untuk variabel usia, serta leher dan kaki untuk variabel masa kerja. Simpulan: Usia, masa kerja, dan potensi bahaya ergonomi memiliki hubungan signifikan terhadap keluhan GOTRAK. Diperlukan intervensi ergonomi dan pelatihan teknik kerja untuk menurunkan risiko GOTRAK di lingkungan kerja. Saran: Perusahaan disarankan untuk melakukan evaluasi ergonomi berkala, menyediakan pelatihan pengangkatan beban, serta memperbaiki sistem kerja manual handling guna menekan keluhan GOTRAK.
Item Type: | Article |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Usia Pekerja; Masa Kerja; Bahaya Ergonomi;Keluhan GOTRAK |
Subjects: | Health Health > Public Health |
Divisions: | Faculty of Health > Public Health Study Program |
Depositing User: | Kolipatul Koiriyah Aldawiyah |
Date Deposited: | 28 Aug 2025 04:32 |
Last Modified: | 28 Aug 2025 04:32 |
URI: | http://eprints.umg.ac.id/id/eprint/14421 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |