Peran Dan Fungsi Lembaga Penyuluhan Pertanian Perkebunan Terhadap Pembangunan Pertanian Di Kecamatan Panceng

Wangge, Yohanes Defritsa (2025) Peran Dan Fungsi Lembaga Penyuluhan Pertanian Perkebunan Terhadap Pembangunan Pertanian Di Kecamatan Panceng. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Gresik.

[img] Text
ORISINALITAS - YOHANES DEFRITSA WANGGE.pdf

Download (336kB)
[img] Text
PERSETUJUAN SKRIPSI - YOHANES DEFRITSA WANGGE.pdf

Download (359kB)
[img] Text
PENGESAHAN SKRIPSI - YOHANES DEFRITSA WANGGE.pdf.pdf

Download (372kB)
[img] Text
Publikasi Skripsi_Yohanes Defritsa.pdf

Download (162kB)
[img] Text
HALAMAN JUDUL - YOHANES DEFRITSA WANGGE.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 1 - YOHANES DEFRITSA WANGGE.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 2 - YOHANES DEFRITSA WANGGE.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 3- YOHANES DEFRITSA WANGGE.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 4- YOHANES DEFRITSA WANGGE.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
BAB 5- YOHANES DEFRITSA WANGGE.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
BAB 6 - YOHANES DEFRITSA WANGGE.pdf

Download (3MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA - YOHANES DEFRITSA WANGGE.pdf

Download (3MB)
[img] Text
LAMPIRAN - YOHANES DEFRITSA WANGGE.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran dan fungsi lembaga penyuluhan pertanian terhadap pembangunan pertanian di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, penelitian melibatkan 5 penyuluh pertanian, 15 petani jagung, 3 pejabat dinas pertanian, 5 ketua kelompok tani, dan tokoh masyarakat sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran lembaga penyuluhan dalam aspek pelayanan dan komunikasi belum optimal, dengan frekuensi kunjungan penyuluh yang sangat rendah (rata-rata 1,3 kali per kelompok per tahun). Fungsi kelembagaan menghadapi kelemahan dalam perencanaan program yang tidak berbasis kebutuhan petani, penyediaan informasi terbatas, serta sistem monitoring dan evaluasi yang tidak berjalan. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan SDM penyuluh (rasio 1:812 petani), minimnya anggaran operasional, dan tidak adanya regulasi daerah yang jelas. Dampaknya terlihat dari stagnasi produktivitas jagung, penurunan luas panen yang fluktuatif, dan rendahnya adopsi teknologi pertanian oleh petani.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Lembaga Penyuluhan Pertanian, Pembangunan Pertanian, Komunikasi Pertanian, Kelembagaan Petani, Kecamatan Panceng
Subjects: Agriculture
Agriculture > Agribusiness
Divisions: Faculty of Agriculture > Agribusiness Study Program
Depositing User: Yohanes Defritsa Wangge
Date Deposited: 01 Jul 2026 02:18
Last Modified: 01 Jul 2026 02:18
URI: http://eprints.umg.ac.id/id/eprint/16299

Actions (login required)

View Item View Item