Mulyasari, Kharisma Rizki Tri (2025) Gambaran Burnout Pada Guru SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Gresik.
|
Text
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI.pdf Download (225kB) |
|
|
Text
HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI.pdf Download (273kB) |
|
|
Text
HALAMAN PERSETUJUAN.pdf Download (89kB) |
|
|
Text
HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR.pdf Download (117kB) |
|
|
Text
HALAMAN JUDUL.pdf Download (785kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (424kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (451kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (320kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (767kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (299kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (304kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (2MB) |
Abstract
Guru SLB menghadapi tuntutan pekerjaan yang unik dan kompleks dalam mendidik siswa berkebutuhan khusus yang menempatkan mereka pada resiko tinggi mengalami burnout. Penelitian ini bertujuan menggambarkan burnout pada guru SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik melalui tiga dimensi burnout Maslach yaitu Kelelahan Emosional, Depersonalisasi, dan Penurunan Prestasi Diri (Maslach dan Jackson, 1981) serta faktor-faktor yang mempengaruhi burnout pada guru SLB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap tiga orang guru tunarungu dalam rentang usia dewasa awal 18–40 tahun yang dipilih menggunakan teknik Purposful Sampling. Hasil penelitian menunjukkan burnout bermula dari faktor-faktor pemicu berupa beban kerja berlebihan, tuntutan emosional siswa berkebutuhan khusus, tugas administratif berat, konflik peran ganda, serta karakteristik individu seperti usia muda dan minimnya pengalaman kerja. Kondisi ini memunculkan kelelahan emosional kronis yang ditandai gangguan tidur, pola makan tidak teratur, dan kehilangan sumber daya emosional. Kelelahan berkepanjangan kemudian memicu depersonalisasi berupa penarikan diri dari interaksi sosial dan menurunnya empati terhadap lingkungan kerja. Akhirnya, akumulasi kedua dimensi tersebut mengakibatkan penurunan prestasi diri yang tercermin dari perasaan tidak dihargai, rendahnya kepuasan kerja, dan keraguan terhadap kemampuan mencapai kinerja optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi dukungan struktural pada guru SLB melalui pembagian tugas administrasi yang proporsional, penerapan model Person Job Fit untuk mendukung kesejahteraan psikologis, serta penyelarasan prioritas kegiatan institusi guna menciptakan keselarasan kerja untuk mengurangi konflik internal guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.
| Item Type: | Thesis (undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | burnout, guru SLB, kelelahan emosional, depersonalisasi, penurunan prestasi pribadi |
| Subjects: | Psychology Psychology > Psychology |
| Divisions: | Faculty of Psychology > Psychology Study Program |
| Depositing User: | Kharisma Rizki Tri Mulyasari |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 03:56 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 03:56 |
| URI: | http://eprints.umg.ac.id/id/eprint/16512 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
